Asuransi Kesehatan, Perlindungan yang Kian Diperlukan di Masa Pandemi

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan mengalami peningkatan signifikan sejak penyebaran wabah Covid-19 terjadi. Salah satu langkah yang diambil untuk memproteksi diri adalah menggunakan asuransi kesehatan yang bagus. Apalagi sejumlah perusahaan asuransi menyediakan penawaran pengobatan saat nasabah atau pihak keluarga terinfeksi virus Corona.

Bertambahnya nasabah asuransi kesehatan semenjak masa pandemi ternyata memberikan dampak positif terhadap perusahaan asuransi. Terbukti dari data yang disampaikan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) berikut ini

Lini asuransi kesehatan yang terus berkembang

AAUI mengungkapkan bahwa asuransi kesehatan menjadi salah satu lini bisnis yang memberikan kontribusi besar terhadap industri asuransi umum. Pada Q3 2021, tercatat klaim yang dibayarkan industri asuransi umum mencapai 20,1% dengan asuransi kesehatan dan asuransi kecelakaan diri sebagai dua penyumbang utama. Sementara itu, rasio klaim dibayar terhadap premi mengalami peningkatan menjadi 87,2% dari 59,4%.

Dody Dalimunthe selaku Wakil Ketua AAUI bidang Information and Applied Technology mengungkapkan bahwa lini bisnis asuransi kesehatan tumbuh memasuki Q3 2021 dan meningkat sampai akhir 2021. Pertumbuhan ini juga diprediksi hingga 2022.

Di sisi lain, ada sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi perusahaan asuransi supaya layanan yang diberikan tak mengalami penurunan, terutama untuk klaim. Mereka harus memastikan nasabah atau pihak tertanggung mengikuti prosedur setelah membeli polis dan tak mengalami kesulitan saat hendak mengajukan klaim yang mereka perlukan.

Dody pun menambahkan, implementasi teknologi digital turut berkontribusi terhadap pemakaian produk finansial seperti asuransi kesehatan. Dengan begitu, masyarakat dapat menentukan asuransi kesehatan terbaik baginya dan mengakses setiap layanannya tanpa masalah.

Membantu pengendalian kasus Covid-19 di Indonesia

Bertambahnya nasabah asuransi kesehatan selama masa pandemi rupanya berjalan seiring penurunan kasus Covid-19. Setelah mengalami gelombang tiga akibat varian Omicron, Indonesia akhirnya menunjukkan pengurangan kasus terinfeksi pada Maret 2022.

Kabar baik ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut B. Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali, Airlangga Hartarto, dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono.

Menko Luhut menegaskan bahwa tren penurunan kasus konfirmasi harian di Jawa-Bali ditunjukkan dari turunnya tingkat rawat inap dan kematian, meski DIY masih cukup tinggi. Beberapa kota dan kabupaten juga masih berada di PPKM Level 2, termasuk Surabaya Raya dan Jabodetabek. Lantas PPKM Luar Jawa-Bali turut mengalami tren positif dengan tingginya mobilitas di luar ruangan.

Walau begitu, masyarakat tetap disarankan untuk menjaga kondisi fisik dan mental, termasuk menerapkan protokol kesehatan. Kalau butuh rekomendasi asuransi kesehatan bagus, ada FWD insurance yang siap memproteksi Anda dan keluarga dengan layanan seperti bantuan medis 24/7 dan fasilitas non-tunai yang memudahkan pembayaran di waktu tak terduga. Semoga bermanfaat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.